Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengajak warga Surabaya menciptakan energi melalui serangkaian kegiatan menyemarakkan Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL).
Ajakan itu terungkap dalam talk show bioenergi yang digelar di sela-sela lomba karya tulis tingkat nasional itu di Balai Pemuda, Surabaya, Jumat, yang diikuti masyarakat umum, mahasiswa, dan pemerhati lingkungan.
Acara yang dipandu pembawa acara TV Cak Priyo itu mendapat sambutan ibu-ibu rumah tangga dan warga yang banyak yang bertanya tentang cara membuat bioenergi dan kepedulian pemerintah dalam menciptakan bioenergi.
"Jadi, jangan kalau ada laki-laki yang pipis di bawah pohon, kemudian pohonnya tumbuh subur," kata dosen TL ITS Ir Eddy Setiadi Soedjono, yang langsung disambut tawa riuh peserta talk show.
Di dalam urin, katanya, terkandung unsur nitrogen yang berguna sebagai pupuk dalam tanaman, namun warga Surabaya sebaiknya membangun konstruksi yang memungkinkan limbah urin digunakan sebagai pupuk tanaman.
Selain itu, ia mencontohkan proyek penanganan limbah komunal yang ada di Mojokerto. Dalam proyek tersebut, masyarakat setempat menciptakan biogas skala rumah tangga yang dibuat dari air limbah rumah tangga.
"Caranya dengan membuat toilet yang memisahkan tempat untuk buang air besar, buang air kecil, dan tempat mencuci. Selain mengatasi krisis energi, bioenergi mempunyai banyak keuntungan. Panas biogas lebih bagus untuk kompor dibanding gas biasa, bahkan biogas juga bisa digunakan memasak atau listrik," katanya.
Jumlah peserta LITL 2009 dua kali lipat peserta kegiatan serupa sebelumnya,.
Acara itu dimeriahkan dengan pameran teknologi lingkungan, pameran kreativitas, dan pameran fotografi.
Hari kedua (28/3) diramaikan dengan Education Center untuk siswa SD, serta pengumuman para pemenang LITL. Ada pula hiburan musik oleh Dewi 19 dan band pemenang Deteksi Party 2008, The North, yang memeriahkan Festival Band bertema lingkungan Se-Jawa Timur. (kpl/roc)
-kapanlagi.com-